
Kerjasama pertahanan dan militer antara Indonesia dengan Australia, masih tetap dihentikan, kendati Presiden SBY sudah memberikan respons terhadap surat balasan Perdana Menteri Tony Abbott. Selama belum ada perkembangan lebih lanjut terkait kode etik dan protokol yang dituntut oleh Presiden SBY, maka kerjasama tersebut belum dapat dilanjutkan kembali. Seperti yang di lansir viva.co.id menjelaskan sebagai berikut :
"Ketiga latihan komando angkatan laut dalam rangka pencegahan aksi teror, dan terakhir koordinasi patroli wilayah perbatasan bersama," papar Purnomo. Dia menyampaikannya kepada pers pers usai rapat kerja Pemerintah dengan Komisi I DPR, Kamis 28 November 2013.
Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq, mengatakan bahwa kerjasama kepolisian di antara kedua negara juga sudah dihentikan.
"Tadi Kapolri Jendral Sutarman juga sudah menjelaskan bahwa Polri sudah menghentikan kerjasama tukar menukar informasi intelijen di bidang kejahatan transnasional dan penangkalan aksi teror," kata Mahfudz.
Selain itu, fasilitas rumah tahanan yang biasanya digunakan untuk menampung para imigran gelap yang ingin berlayar menuju ke Australia, imbuh Mafmudz, juga akan dihentikan pengelolaannya.
Pencari Suaka
Pernyataan Jenderal Sutarman itu sesuai dengan pernyataan Kepala Imigrasi Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) di Sumatera Utara, Rustanov, yang pernah dikutip harian Australia, Sydney Morning Herald (SMH) 24 November 2013. Dalam artikel itu, pejabat imigrasi Indonesia berjanji tak akan lagi menghalangi langkah para pencari suaka yang berniat berlayar menuju tepi pantai Australia.
Dia mengatakan upaya pemantauan untuk menghentikan perahu pencari suaka yang masuk ke Indonesia menuju Australia, akan dihentikan.
"Kami tidak ada urusan lagi dengan Australia. Biarkan saja perahu yang membawa para pencari suaka itu menuju ke sana. Tidak akan ada upaya pemantauan yang dibutuhkan," ujar Rustanov.
Dulu, imbuh Rustanov, jajarannya bekerja sama dengan polisi telah menahan banyak para pencari suaka yang berusaha menyelundup menuju Australia.
"Kini, tidak ada gunanya membuang-buang energi menahan mereka," imbuh Rustanov.
Berita mengenai dihentikannya kerjasama bidang penyelundupan manusia, tentu disambut baik oleh para pencari suaka yang kini berada di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Cisarua. Mereka berharap dapat memperoleh keuntungan dengan dibekukannya kerjasam itu selama sementara.