Ads (728x90)

Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto.

Penyadapan yang di lakukan Australia membuat Ketua Umun Partai Hanura sekaligus Capres 2014 Wiranto angkat bicara, seperti yang di lansir oleh media Viva.co.id :

Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, Kamis 21 November 2013, menyatakan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus bersikap tegas terhadap Australia terkait aksi penyadapan yang dilakukan terhadap para pejabat tinggi negara Indonesia.

Menurut Wiranto, pemerintah juga harus meningkatkan kemampuan teknologi komunikasi yang digunakan oleh lembaga intelejen negara untuk mencegah kasus penyadapan serupa terulang kembali. 

Dalam kasus penyadapan yang dilakukan intelijen Australia, menurut Wiranto, penilaiannya harus didasarkan pada aturan atau konvensi internasional. 

"Jika ternyata dia melanggar konvensi dan hukum internasional itu, pasti ada sanksinya," kata Wiranto di Solo, Jawa Tengah.
 
Oleh karena itru, ia melanjutkan, pemerintah RI harus memprotes keras aksi penyadapan ini. "Presiden harus bersikap keras," kata Wiranto.
 
Akan tetapi, ia menambahkan, apabila soal penyadapan ini tidak tidak melanggar aturan internasional,  pemerintah disarankan segera introspeksi diri. 

"Kita selama ini justru sibuk menyadap diri sendiri. Tidak mempertahankan dari sadapan pihak lain. Ini yang harus dipikirkan," kata Wiranto.
 
Oleh sebab itu, Wiranto pun meminta supaya pemerintah dan Badan Intelejen Negara harus berusaha untuk meningkatkan kemampuan teknologi komunikasi untuk bisa meningkatkan kualitas kemampuannya. 

"Teknologi komunikasi harus ditingkatkan supaya penyadapan bisa dikurangi," kata Wiranto.