Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Manggas Rudy Siahaan memastikan bahwa Jalan Layang Non Tol (JLNT) Tanah Abang-Kampung Melayu sudah tersambung pada Minggu malam, 24 Oktober 2013. Tetapi jalan ini masih belum bisa digunakan karena harus merapikan alat-alat bekas pengerjaan. Seperti yang di kutip viva.co.id menjelaskan sebagai berikut :
"Pembangunan JLNT Tanah Abang-Kampung Melayu sudah berakhir. Mulai hari ini perapian alat-alat," kata Manggas saat dihubungi VIVAnews, Senin, 25 November 2013.
Manggas menuturkan, selain merapikan alat-alat bekas pengerjaan pembangunan masih akan dilanjutkan dengan pemagaran jalan, merapikan taman-taman dan memasang lampu penerangan jalan.
"Mudah-mudahan dalam dua minggu ke depan sudah bisa digunakan masyarakat," katanya.
Manggas menambahkan, salah satu yang menjadi kesulitan dalam pengerjaan JLNT Tanah Abang-Kampung Melayu paket Mas Mansyur itu salah satunya adalah adanya pipa air baku Perusahaan Air Minum (PAM) yang sangat besar. Pembangunan pondasi terkendala dan tak dapat dilakukan seperti yang lainnya. Selain itu, memurut Manggas, pengerjaannya hanya bisa dilakukan pada jam 23.00 sampai jam 5.00 pagi.
"Untuk lokasi paket ini juga sangat sempit. Sehinggga manufer alat berat susah. Jadi didatangkan dari Taiwan. Tapi sekarang sudah rampung," katanya.
Seperti diketahui, pengerjaan proyek senilai Rp840 miliar tersebut dimulai tahun 2010 yang dikerjakan dalam beberapa paket. Paket Casablanca dikerjakan kontraktor PT Wijaya Karya dan PT Wijaya Konstruksi. Lalu paket Dr Satrio dikerjakan PT Adhi Karya.
Sementara itu, paket Mas Mansyur dikerjakan PT Istaka Karya dan PT Sumber Sari dengan subkontraktor PT Nindya Karya. Anggaran penyelesaian JLNT tahun ini dianggarkan dalam pos anggaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI dengan total nilai Rp101,5 miliar.
Dengan rincian pembangunan jalan layang paket KH Mas Mansyur sebesar Rp64 miliar, paket Casablanca Rp2 miliar, paket Jalan Prof Dr Satrio Rp21,5 miliar, anggaran pembangunan ramp on off barat Rp1,5 miliar dan ramp on off timur Rp12,5 miliar. Bentangan jalan layang di atas Jalan Jenderal Sudirman ini juga cukup panjang yakni mencapai 110 meter, dan tinggi 18 meter.